Desain Rumah Sederhana

Info seputar dunia properti, gambar desain rumah, aksesoris, rab dan bahan bangunan

3 Jenis Material Bangunan Yang Ringan untuk Struktur

Material Bangunan Yang Ringan – Di era kemajuan teknologi industri bahan bangunan, banyak bermunculan material bangunan berteknologi tinggi. Diantaranya ada 3 jenis bahan material bangunan penting yang memiliki bobot yang ringan yang akan mengurangi beban struktur bangunan jika menggunakannya. Bahan material yang memiliki bobot ringan diantarnya : baja ringan, bata ringan (hebel), dan genting metal zincalume.

genting zincalume

Ketiga bahan material tersebut merupakan jenis material bangunan yang ringan, dan yang selama ini banyak digunakan yaitu jenis batu bata merah/batako untuk dinding, kayu untuk rangka plapond dan rangka atap, dan genting (tanah/beton/keramik) untuk tutup atap. Bahan-bahan bangunan tersebut memiliki bobot yang sangat berat bagi struktur bangunan (pondasi, beton sloof, beton kolom/balok).

Dengan adanya ketiga bahan material bangunan yang ringan tersebut, maka kita bisa menggunakannya dengan pertimbangan untuk mengurangi beban struktur bangunan. Misalnya, membangun rumah satu lantai, maka kita dapat menghemat biaya struktur dan misalnya dengan cara mengurangi volume beton bertulang dengan cara merancang konstruksi beton bertulang (sloof, kolom, dan balok) sesuai dengan berat ke tiga material berbobot ringan tersebut.

Bata Ringan (Hebel)

Bata ringan atau hebel memiliki bobot 520 kg/m3, atau 10 m2 pasangan hebel tebal 10 cm, atau 12 m2 pasangan hebel 7,5 cm (belum termasuk adukan perekat). Sedangkan bata merah memiliki bobot 1500 kg/m3 atau 10 m2 pasangan bata merah (belum termasuk adukan). Coba bandingkan berapa perbedaan bobot antara bata merah dengan hebel. Pasangan bata merah menggunakan perekat adukan semen pasir yang tebalnya antara 2 s/d 2,5 cm, dan hebel menggunakan perekat semen instan yang tebalnya antara 3 s/d 5 mm.  Sebuah rumah  ukuran 6 x 6 m, 2 kamar tidur memiliki luas pasangan kurang lebih 100 M2, atau 10 M3 pasangan, Kalau menggunakan bata merah maka berat dinding tembok= 10 x 1500 kg = 15.000 kg atau 15 ton, sedangkan kalau menggunakan hebel hanya sepertiganya yaitu 5,2 ton.  Jadi kita dapat melakukan penghematan pada struktur, terutama beton bertulang, yang tentunya harus dihitung! Bahan dinding hebel banyak macam/jenis dan kualitanya tergantung dari produsennya, tapi perbedaan kualitasnya tidaklah terlalu jauh berbeda.



Baja Ringan

Baja ringan zincalume bermacam-macam untuk penggunaannya, ada untuk plapond dan ada untuk rangka atap. Apabila kita menggunakan bahan tersebut untuk plapond dan atap, maka bobotnya jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan bahan yang biasa digunakan yaitu umumnya kayu. Berat/bobot kayu tidak sama per M3-nya tergantung jenis kelas kayunya. Kayu kelas 1 pasti lebih berat dari pada kayu kelas di bawahnya, misalnya kayu jati sangat berat, kemudian kayu damar laut dan kayu kamper. Kayu kelas 1 selain bobotnya berat, juga harganya berat juga.

Genteng Metal Zincalume

Genting jenis ini sangat ringan, jangankan dibandingkan dengan genting tanah, genting  keramik, atau genting  beton,  dibandingkan dengan bahan yang hampir sejenis saja misalnya dengan seng gelombang, maka genting zincalume jauh lebih ringan dari bobot seng gelombang untuk setiap M2-nya. Dengan menggunakan genting metal zincalume jelas sangat ringan.

Itulah yang dapat saya sampaikan mengenai material bangunan yang ringan  sehingga degan memiliki bobot ringan akan membantu megurangi bobot yang harus dipikul oleh struktur bangunan, jika kita menggunakannya. Apabila kita akan menggunakan ketiga bahan material di atas, banyak pilihan merek yang dijual di toko bahan bangunan, jadi kita bisa memilihnya sesuai kualitas dan kemampuan keuangan.

Updated: 20 November 2014 — 1:32 pm
Desain Rumah Sederhana © 2015 - Contact - Privacy - Disclaimer - Sitemap Frontier Theme