Desain Rumah Sederhana

Info seputar dunia properti, gambar desain rumah, aksesoris, rab dan bahan bangunan

Pilih Hebel Bata Ringan atu Bata Merah untuk Dinding Rumah Anda?

Apakah Anda masih bingung? pilih, hebel bata ringan atau bata merah untuk dinding rumah Anda? Mungkin dalam waktu dekat ini Anda sedang merencanakan akan membangun rumah, namun Anda masih bingung untuk memilih baha material dinding,  pilih hebel bata ringan atu bata merah biasa?  Mungkin Anda melihat tetangga di lingkungan perumahan tempat tinggal Anda, orang membangun rumah rata-rata menggunakan hebel bata ringan untuk  dinding, sehingga Anda menjadi bingung pilih mana yang lebih baik.

Untuk menjelaskan kasus seperti itu saya tidak akan langsung menjawab, tapi saya akan sedikit menjelaskan tentang kedua bahan material tersebut.

Bata merah

pasangan bata merahBata merah merupakan bahan dinding yang sudah tidak diragukan lagi kekuatannya, sejak jaman nenek moyang sudah menggunakan bahan tersebut. Kalau Anda melihat bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda seperti stasiun, bangunan kantor, rumah-rumah kuno, terowongan kereta api menggunakan bata merah. Jadi kalau soal kekuatan jangan diragukan lagi, apa lagi pasang bata merah jaman sekarang menggunakan perekat dan plesteran semen pasir, dan acian menggunakan semen, maka tidak diragukan lagi kekuatannya. Sedangkan bangunan kuno, perekat dan plesteran hanya menggunakan pasir, kapur, dan semen merah (bata merah yang ditumbuk). Bata merah terbuat dari tanah lempung dicampur sekam padi, kemudian diaduk menjadi adonan, dicetak dengan ukuran 5 x 10 x 20 cm, lalu diangin-anginkan dan setelah kering ditumpuk dan dibakar hingga warnanya berubah menjadi merah. Bata merah yang berkualitas sangat keras, dan bobot kering bata merah = 1500 Kg/M3.

Hebel Bata Ringan

pasangan hebel bata ringanHebel bata ringan sebenarnya beton, sebab terbuat dari bahan pasir dan semen. Hebel bata ringan memiliki bobot yang ringan yaitu 520 kg/M3 sangat jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan bobot bata merah. Hebel bisa jauh lebih ringan dari beton biasa, sebab proses pembuatannya dicampur dengan gelembung udara dengan menambahkan aluminium pasta sebagai bahan pengembang. Ada 2 jenis hebel di pasaran yaitu jenis AAC (Autoclave Aerated Concrete) dan CLC (Cellular Lightweight Concrete). AAC diproduksi oleh pabrik yang menggunakan perlatan mahal, sedangkan CLC menggunakan mixer beton, tapi pada prinsipnya kedua jenis hebel tersebut memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda. Oleh karena penambahan campuran bahan itulah sehingga bobot bata ringan hebel menjadi ringan. Kekuatan hebel tidak perlu diragukan, asalkan dalam pemasangannya mengikuti prosedur pemasangan hebel yang benar.

Dari penjelasan di atas,  sebenarnya dalam penggunaannya tergantung dari jumlah kantai bangunan rumah yang akan Anda bangun, 1 lantai, 2 lantai, atau 3 lantai? Kalau hanya untuk bangunan rumah 1 lantai maka lebih baik menggunakan bata merah. Tetapi kalau akan membangun rumah 2 lantai ke atas, maka lantai 1 menggunakan bata merah,  lantai 2 dan 3 baru menggunakan hebel.



Updated: 13 November 2014 — 5:42 am
Desain Rumah Sederhana © 2015 - Contact - Privacy - Disclaimer - Sitemap Frontier Theme