Desain Rumah Sederhana

Info seputar dunia properti, gambar desain rumah, aksesoris, rab dan bahan bangunan

Tips Membangun Rumah Agar Biaya Lebih Murah

membangun rumah biaya murahMembangun rumah dengan biaya lebih murah (bukan murah) tanpa menurunkan kualitas, tentunya merupakan harapan setiap orang yang akan membangun rumah.  Seperti halnya kita belanja di pasar, barangnya ingin yang bagus tapi harganya ingin murah. Apakah bisa membangun rumah tanpa mengurangi kualitas dengan biaya lebih murah?  Jawabannya bisa! Silahkan terus baca artikel ini.



Sebuah bangunan rumah merupakan produk yang dikerjakan melalui proses pelaksanaan pekerjaan, tidak ada bedanya dengan sebuah produk dalam industri misalnya barang elektronik, makanan, dan sebagainya. Misalnya barang elektronik seperti televisi, banyak merek televisi yang memiliki kualitas yang sama tetapi harganya lebih murah. Begitu pula sebuah rumah yang dihasilkan melalui proses pelaksanaan, apabila pelaksana  bangunan memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola sebuah proyek bangunan, tentu akan bisa melakukan bagaimana agar kualitas bangunan yang dihasilkan sesuai dengan rencana, tapi biayanya  lebih murah.

Dalam pelaksanaan membangun rumah ada 2 cara pelaksanaan yaitu sistem borongan dan sistem kerja harian, keduanya sudah biasa dilakukan oleh owner (pemilik bangunan). Mana yang lebih baik dan lebih murah, borongan apa harian? Menurut pengalaman saya dari kedua sistem tersebut tidak bisa langsung menilai mana yang lebih baik dan murah, sebab bisa saja sistem kerja borongan lebih baok dan murah dari pada sistem kerja harian, atau sebaliknya. Sebenarnya kedua cara tersebut ada keunggulan dan kekurangannya, tergantung bagaimana cara pengelolaannya. Cara pengelolaan kedua cara pelaksanan pekerjaan tersebut berbeda. Mengelola sistem harian dilakukan langsung oleh owner dari mulai awal sampai akhir pelaksanaan pekerjaan, sedangkan mengelola sistem kerja borongan hanya dilakukan di awal saat  proses rekrutmnen/penunjukan pemborong sampai penandatanganan surat perjanjian kerja oleh para pihak.

Dalam membangun rumah ada 2 komponen utama yang menentukan kualitas dan biaya pelaksanaan, yaitu material dan upah kerja. Apabila owner dapat mengelola dengan baik kedua komponen tersebut, maka dapat dipastikan biaya keseluruhan pelaksanaan pembangunan bisa ditekan sehingga lebih murah dari anggaran yang sudah ditentukan dalam RAB. Agar owner bisa mengelola langsung, maka sistem pelaksanaan kerja harus memilih sistem kerja harian. Banyak owner yang merasa kecewa dengan hasil kerja sistem harian, penyebabnya adalah owner tidak melakukan pengelolaan dengan benar. Agar mengasilkan sebuah bangunan yang baik dan  biaya lebih murah dengan sistem kerja harian, beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai berikut:

  1. Pengadaan semua bahan material harus sesuai dengan kualitas seperti dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Membeli bahan material harus berusaha mencari toko bahan material yang dapat memberikan harga lebih murah (ada discount). Setiap toko material dalam menjual barang yang berkualitas sama, pasti berbeda antara toko yang satu dan yang lainnya. Dalam hal ini kalau kita mendapatkan harga yang lebih murah tentu akan mengurangi biaya pengadaan bahan. Misalnya di Toko A harga 1 m2 keramik “Granito” Rp.300.000,- sementara di toko lainnya bisa “Rp. 280.000”, dari selisih harga tersebut merupakan salah satu cara membangun rumah lebih murah, tapi kualitas bahan material tidak berubah.
  2. Penggunaan bahan material agar sesuai dengan kebutuhan, jangan banyak terbuang, jangan ada kesalahan sehingga harus bongkar pasang. Dalam hal ini dalam merekrut tenaga kerja harus selektif, pilih yang sudah berpengalaman dan terampil dan berpengalaman. Percayakan mandor/pelaksana yang ditunjuk untuk merekrut tenaga kerja.
  3. Dalam pengadaan barang material jangan sekaligus, agar tidak terjadi kelebihan yang berarti.
  4. Apabila owner tidak punya waktu dan kemampuan teknis mengawasi dan mengatur pelaksanaan lapang, wajib merekrut seorang Pelaksana/Mandor yang sudah berpengalaman, memahami gambar bangunan, jujur dan disiplin,  untuk diberi tugas mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar sesuai dengan rencana. Buatlah time schedule untuk mengontrol hasil pekerjaan.
  5. Tentukan jumlah tukang bangunan dan pekerja  pada setiap tahapan pekerjaan secara proporsional,  jangan sampai terjadi kelebihan tukang atau pekerja, sebab jika terjadi kesalahan akan mengakibatkan pemborosan biaya, sehingga kinerja mereka tidak optimal. Misalnya untuk pekerjaan pondasi 1 tukang : 2 atau 3 pekerja, pasangan bata 1 tukang : 2 pekerja, dst.
  6. Berikan upah kerja sesuai dengan kemampuan dan pengalaman, dan berikan reward bagi pekerja yang berprestasi.
  7. Berikan insentif berupa konsumsi, makan minum seperlunya. Dengan mengeluarkan sedikit biaya untuk itu akan memberikan nilai tambah, mereka akan lebih giat dan semagat dalam bekerja, dan hasilnya akan melampaui target jadwal kerja.

Dengan mengikuti kententuan tersebut, maka tingkat kegagalan owner yang mengakibatkan pembengkakan biaya melebihi RAB bisa diminimalisir hingga biaya akhir dapat ditekan menjadi lebih murah. Dengan merekrut Mandor/Pelaksana,  sebenarnya akan menghemat biaya, tapi umumnya dalam sistem harian owner jarang yang mau merekrut Mandor/Pelaksana, ketakutan biaya membengkak, itu sebenarnya yang keliru. Untuk pengadaan bahan material sebaiknya dilakukan langsung oleh owner, Mandor jangan diberi kepercayaan untuk itu, sebab pengadaan bahan material merupakan titik yang sangat rawan. Carilah Toko material yang bisa diajak bekerja sama dan memberikan harga lebih murah,  selanjutnya belanja material cukup by phone.

Kira-kira seperti itulah pengalaman saya di lapangan dalam melaksanakan pembangunan rumah untuk menghasilkan sebuah bangunan rumah dengan harga lebih murah tetapi tidak mengurangi kualitas yang ditentukan dalam gambar dan RAB. Semoga bermanfaat!

Updated: 1 November 2014 — 7:29 am
Desain Rumah Sederhana © 2015 - Contact - Privacy - Disclaimer - Sitemap Frontier Theme