Desain Rumah Sederhana

Info seputar dunia properti, gambar desain rumah, aksesoris, rab dan bahan bangunan

Tips Membangun Rumah dengan Sistem Kerja Harian

tips cara membangun rumahMasyarakat kita baik di kota atau di pedesaan dalam pelaksanaan membangun rumah sendiri pada umumnya menggunakan sistem kerja harian. Walaupun ada yang menggunakan sistem kerja borongan, baik hanya borongan upah maupun borongan upah+bahan hanya sebagian kecil saja.

Membangun rumah dengan sistem kerja harian orang awam umumnya menilai sangat kecil terjadi resiko kerugian. Penilaian seperti itu sebenarnya harus sudah mulai dirubah, sebab pandangan tersebut hanya melihat dari sisi penyimpangan yang biasa dilakukan oleh oknum pemborong yang kurang bertanggung jawab, diantaranya meninggalkan pekerjaan sebelum selesai.

Padahal kalau kita cermati bahwa dengan sistem kerja harian kalau kurang bisa memenej tenaga kerja, akan terjadi banyak penyimpangan yang tanpa kita sadari. Biasanya dalam melaksanakan pembangunan rumah dengan sistem harian, kebanyakan orang percaya begitu saja kepada tukang yang dipekerjakannya,  dan jarang sekali menggunakan orang ahli yang ditugaskan untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Sehingga akibatnya terjadi penyimpangan-penyimpangan.



Penyimpangan yang dimaksud adalah, dimana hasil kerja pekerja bangunan tidak optimal, volume kerja yang dihasilkan dibawah standard, dan kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan yang seharusnya, kerapian, ketepatan ukuran, komposisi campuran adukan semen pasir tanpa ukuran (kira-kira).

 

Penyimpangan Hasil kerja

Setiap volume pekerjaan yang dikerjakan oleh sejumlah tukang + pekerja ada standardnya. Hal tersebut bisa Anda lihat pada analisa harga satuan AHS-SNI, sebagai contoh: untuk mengerjakan pasangan 1 m2 pasangan bata merah  1/2 bata dengan adukan 1pc:4pasir diperlukan 0,1 tukang batu dan 0,3 pekerja. Dari patokan AHS tersebut kita bisa menghitung standard bahwa 1 tukang batu + 3 orang pekerja per hari minimum harus harus mempu mengerjakan 10 m2 pasangan bata merah 1/2 bata. Kalau kurang dari 10 m2 maka kinerja tukang batu + pekerja sangat rendah.

Evaluasi kinerja pekerjaan-pekerjaan lainnya bisa kita lakukan dengan berpedoman pada AHS-SNI.  Bila perlu AHS-SNI, Anda bisa copy paste di sini..

 

Penyimpangan Kualitas Hasil Kerja

Campuran Adukan: Komposisi adukan pasir-semen tidak sesuai aturan, biasanya pekerja malas untuk menggunakan takaran, seperti adukan untuk pasangan, plesteran, dan adukan beton. Adukan tanpa takaran bisa berlebihan atau kekurangan semen. Kalau berlebihan biaya akan membengkak, dan kalau kekurangan maka kualitas bangunan akan buruk.

Kerapian : plesteran, acian, sudut-sudut tembok/tiang/profil tidak rapi, dinding bergelombang/tidak rata, pasangan tembok tidak tegak 90 derajat, pasangan kusen tidak waterpas, lantai dan plapond tidak siku, dll.

Apabila penyimpangan-penyimpangan tersebut terjadi, maka pemilik rumah akan rugi dan akan kecewa setelah bangunan selesai.

Untuk mengatasi hal tesebut caranya Anda harus mampu mengawasi pelaksanaan pekerjaan, jangan dilos atau dibiarkan begitu saja. Pengawasan bisa dilakukan sendiri atau menugaskan seorang yang mampu melaksanakan tugas pengawasan tersebut.

Updated: 18 Juli 2014 — 11:04 pm
Desain Rumah Sederhana © 2015 - Contact - Privacy - Disclaimer - Sitemap Frontier Theme